Seni Nego
Oleh Dahlan Iskan

Gebrak dulu. Kuras emosi Tiongkok. Kirim pejabat tinggi ke Taipei. Izinkan Presiden Taiwan mendarat di Los Angeles.
Gebrak dulu. Tangkap pimpinan puncak Huawei. Tuduh dulu dengan tuduhan pencucian uang dan pelanggaran dagang dengan Iran.
Tiongkok mencoba ganti menggebrak. Terjadilah perang dagang. Tapi akhirnya Tiongkok harus masuk meja perundingan.
Gebrak dulu Iran. Dengan pembatalan perjanjian internasional. Soal proyek nuklir Iran.
Sangat sepihak. Tiba-tiba saja Trump tidak mengakui perjanjian itu. Mengabaikan tanda tangan Presiden Obama. Tidak peduli negara-negara Eropa. Sahabatnya itu. Tidak diajak berunding lebih dulu.
Eropa marah pada Trump. Tapi juga tidak berani melawannya.
Gebrak dulu Ketua DPR Amerika, Nancy Pelosi. Dengan cara melarang pesawat angkatan udara menerbangkannya ke Eropa. Dan ke Iraq.
Juga dengan ngambek: tidak mau tanda tangan anggaran negara. Sampai mengakibatkan 25 persen instansi pemerintah pusat tutup.
Saya khawatir cara gebrak dulu itu dianggap jalan menuju sukses. Lalu akan menjadi pola umum. Banyak ditiru. Kita bisa bayangkan: apa jadinya kalau semua kepala negara melakukan itu.
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Renovasi Rumah
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump