Seniman Aborijin Ini Berusaha Hidupkan Kembali Tradisi Mengukir Pohon

Seorang seniman Aborijin asal New South Wales tengah menghidupkan kembali seni ukiran pohon yang telah hilang, yang biasanya digunakan untuk menandai tempat-tempat khusus.
Jauh sebelum kedatangan Eropa, klan Aborigin di New South Wales (NSW) menggunakan pohon-pohon, yang dikenal sebagai ‘dendroglyphs’.
Ada kalanya ketika ‘dendroglyphs’ berhias bisa terlihat di seluruh Australia timur, mulai dari Victoria utara ke Queensland selatan.
Setelah kulit kayu ditelanjangi, warga Aborijin akan menuliskan batang pohon dengan pola dan desain.
Seniman Aborijin, Warwick Keen, mulai membuat ‘dendroglyphs’ kontemporer buatannya sendiri sejak beberapa tahun yang lalu di studio yang terletak di Nowra, pantai selatan NSW.
‘Dendroglyphs’-nya sekarang sudah tampil permanen di Sydney.
"Warga Aborijin dulu mengukir mereka sebagai rambu-rambu untuk tiang pemakaman dan mereka juga akan diukir untuk upacara inisiasi ketika warga datang bersama-sama," kata Warwick.
"Tempat di mana saya berasal, yakni Gunnedah, ada sekitar 80 atau lebih pohon-pohon yang berbeda di satu tempat ini sehingga ada banyak orang yang mengunjungi bersama-sama agar mereka bisa melewati semua upacara," tambahnya.
Seorang seniman Aborijin asal New South Wales tengah menghidupkan kembali seni ukiran pohon yang telah hilang, yang biasanya digunakan untuk menandai
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana