Senior PD Nilai Wajar Ada Tuntutan KLB, Ini Beberapa Alasannya

jpnn.com, JAKARTA - Senior Partai Demokrat (PD) Jawa Barat Yan Rizal Usman menilai sangat wajar muncul suara-suara yang menginginkan digelarnya kongres luar biasa Partai Demokrat.
Pasalnya, pihak yang menginginkan KLB merasa tidak puas dengan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini.
"Saya kira wajar kalau ada tuntutan kongres luar biasa. Ada hal-hal mendasar yang mendorong munculnya keinginan untuk menggelar KLB," ujar Yan dalam keterangannya, Rabu (17/2).
Yan kemudian menyebut beberapa hal yang menjadi alasan kader tidak puas dengan kepemimpinan di partai berlambang mercy saat ini.
Antara lain aturan yang sangat membatasi kepemimpinan di daerah. Misalnya, AD/ART mewajibkan sidang musyawarah daerah (musda) dan musyawarah cabang (Muscab) mengusulkan tiga calon ketua DPD dan DPC ke DPP.
Kemudian DPP yang menetapkan nama ketua DPD dan DPC.
"Jadi, DPD dan DPC kehilangan hak dalam menentukan pilihan sendiri. Cara ini sangat berpotensi transaksional, proses kaderisasi macet. Para kader tidak dihargai atas perjuangannya membesarkan partai," ucapnya.
Yan yang pernah menjabat Komisi Pengawas Daerah Partai Demokrat Jawa Barat ini juga menyebut, terjadi hal yang tak lazim pada kongres PD Maret 2020 lalu.
Senior Partai Demokrat menyebut wajar muncul tuntuan kongres luar biasa dari para kader, berikut beberapa alasannya
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat
- Hijrah ke Partai Demokrat, Afriansyah Noor Didapuk Jadi Wasekjen
- Ditunjuk Jadi Kepala Badan DPP Demokrat, HBL Masuk Ring 1 AHY Bersama Menteri PU
- Ibas Kawal Langsung Program Pro-Rakyat Prabowo, dari Irigasi hingga Sembako Terjangkau