Senjata Rusia yang Ini Sangat Kecil, Tetapi Mematikan

Ahli senjata asal Inggris Neil Gibson memperhatikan foto-foto flechettes yang ditemukan pada tubuh korban.
Menurut dia, flechettes tersebut berasal dari peluru artileri 122 milimeter 3Sh1 yang digunakan pasukan Rusia.
Gibson menjelaskan senjata tersebut merupakan proyektil yang tidak biasa dan jarang terlihat.
"Ini adalah proyektik antipersonel (APERS) seri 'Sarang Lebah' milik Rusia. Senjata ini beroperasi seperti pecahan peluru, tetapi diisi dengan flechette," tutur Gibson.
Amnesti Internasional menilai flechettes tidak boleh digunakan di daerah sipil.
"Flechettes adalah senjata antipersonel yang dirancang untuk menembus vegetasi lebat dan untuk menyerang sejumlah besar tentara musuh," bunyi keterangan Amnesti Internasional.
Tentara Rusia diduga melakukan pembantaian secara brutal terhadap warga sipil di Kota Bucha, Ukraina.
Setelah menduduki Bucha, tentara Rusia diperintahkan untuk mundur dari kota tersebut pada akhir Maret lalu.
Pakar independen meninjau gambar senjata Rusia yang diduga dipakai untuk membantai warga Kota Bucha. Ternyata...
- Volodymyr Zelenskyy Menyesali Pertengkaran dengan Donald Trump
- Kaya Gila
- Donald Trump Pundung, Amerika Setop Bantuan Militer untuk Ukraina
- Berdebat Sengit dengan Trump, Zelenskyy Tinggalkan Gedung Putih Lebih Awal
- Presiden AS dan PM Inggris Bertemu Untuk Akhiri Perang Ukraina
- Polisi Kejar 8 Perampok WN Ukraina di Bali, Kerugian Capai Rp3,4 M