Seolah Tak Punya Dosa, China Mengaku Tetangga Baik ASEAN

jpnn.com, JAKARTA - Klaim sepihak China di Laut China Selatan (LCS) telah berulang kali memicu konflik dengan beberapa negara ASEAN yang merasa kedaulatan teritorialnya telah dilanggar.
Terbaru, Beijing seenaknya melarang aktivitas penangkapan ikan di perairan yang masuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina.
Manila yang marah langsung membatalkan proses pembicaraan dengan China mengenai eksplorasi energi bersama di LCS
Meski begitu, saat berbicara di depan perwakilan negara-negara ASEAN, Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi dengan santainya mengumbar klaim bahwa pemerintahnya selalu menjunjung tinggi konsep hidup berdampingan secara damai.
“Kita harus selalu menjunjung tinggi konsep hidup berdampingan secara damai. Dalam sejarah, China hidup harmonis dengan negara-negara Asia Tenggara dan tetangga lainnya, mewariskan kisah-kisah menyentuh tentang bertetangga yang baik dan persahabatan yang langgeng,” ujar Wang Yi dalam pidato kebijakan regional China di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (11/8).
Pada 1950-an, China dan ASEAN bersama-sama mengadvokasi Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai, di mana semua negara menikmati hak atas perdamaian terlepas dari ukuran dan kekuatan mereka.
“Selama setengah abad terakhir, kawasan ini telah mengembangkan cara ASEAN, yaitu cara Asia, yang ditopang oleh prinsip-prinsip utama seperti saling menghormati, membangun konsensus, dan mengakomodasi tingkat kenyamanan semua pihak,” kata Wang Yi.
Hal itu telah membentuk arsitektur keamanan yang beragam dan berlapis-lapis, dan memupuk pemikiran proaktif untuk mengejar keamanan bersama, kooperatif, dan komprehensif.
Di Sekretariat ASEAN, Menlu China Wang Yi mengumbar klaim bahwa pemerintahnya selalu menjunjung tinggi konsep hidup berdampingan secara damai
- Menlu China Minta Warga Jepang Setop Dukung Taiwan, Ungkit Dosa Era Perang Dunia II
- Menlu China Tolak Usulan Trump soal Gaza
- Thong Guan Industries Bhd asal Malaysia Resmi Berinvestasi di KIT Batang, Jawa Tengah
- Awas, Pemegang Kripto Harus Waspada pada Perang Dagang AS vs China
- Luhut Sebut Kebijakan Donald Trump Bisa jadi Peluang Indonesia
- Negeri Tirai Bambu Bertuah, Tim Beregu Campuran Indonesia Juara BAMTC 2025