Sepanjang 2022, Cemindo Gemilang Bukukan Pendapatan Rp 9 Triliun Lebih

Sepanjang 2022, Cemindo Gemilang Bukukan Pendapatan Rp 9 Triliun Lebih
Public Expose kinerja PT Cemindo Gemilang Tbk tahun 2022. Foto Mesya/JPNN.com

Margin laba kotor mengalami peningkatan dari 25,65 persen menjadi 26,05 persen. "Ini termasuk EBITDA sebesar Rp 1.827 miliar pada 2022 berada pada level yang sama dengan tahun 2021," jelas Vince.

Perseroan juga terus memantau pergerakan utang dan mengoptimalkan biaya keuangan. Hasilnya, perseroan dapat mengurangi beban bunganya dari Rp 681 miliar menjadi Rp 628 miliar pada 2022.

Untuk laba komprehensif mengalami kerugian lebih dari Rp 550 miliar tahun 2022 akibat rupiah yang terdepresiasi. Pasalnya, utang dalam kurs dollar.

“Ini karena Cemindo memiliki pendapatan ekspor yang besar yang secara alami melakukan lindung nilai terhadap pinjaman ini di mana USD memiliki suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman IDR. Kerugian ini belum direalisasi dan sepenuhnya bersifat non-tunai,” bebernya.

Sementara itu, pengamat pasar modal Hans Kwee membenarkan bahwa di tahun 2022, industri semen nasional mengalami perlambatan permintaan semen. Hal yang sama terjadi juga di pasar semen Vietnam. 

Tak hanya itu, tekanan juga datang dari kenaikan biaya energi karena ada kenaikan biaya pungutan. Akibatnya, pembangunan di sejumlah proyek infrastruktur termasuk properti mengalami perlambatan. 

“Kondisi sepanjang tahun 2022 memang sangat menantang bagi sejumlah industri termasuk industri semen. Namun, Cemindo mampu menghadapi tantangan tersebut dengan cukup baik,” ujarnya. 

Hans melihat bahwa di tahun 2023 ini terlihat geliat yang lebih kuat di industri properti sehingga diperkirakan akan ada kenaikan permintaan semen secara nasional.

Sepanjang 2022, Cemindo Gemilang bukukan pendapatan Rp 9 Triliun lebih. Simak hasil public expose

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News