Sepekan Terakhir, Harga Saham Grup Lippo Melesat

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan laba bersih yang dikantongi sepanjang tahun 2019. Menilik laporan keuangannya, sepanjang tahun 2019 MLPT mengantongi laba bersih hingga Rp 137,27 miliar.
Adapun hingga akhir 2019, MLPT masih memiliki saldo laba belum dicadangkan hingga Rp 545,96 miliar.
Selain itu, dividend yield MLPT yang tinggi turut menopang penguatan sahamnya.
Nah, dari lima saham yang naik, saham LPCK dan LPKR masih sangat layak dilirik karena dari sisi likuiditas masih sangat kuat.
Dia menambahkan, selama LPCK masih terjaga di atas Rp 700, investor boleh mempertimbangkan buy on weakness dengan target harga Rp 850.
Kata dia, pola pembalikan arah dari bearish ke bullish juga sudah terlihat sejak Maret 2020.
Jumat (5/6), harga saham LPCK menguat 4,61 persen ke Rp 795 per saham. Meski naik tipis, karena LPCK memiliki likuditas kuat, maka dari sisi pergerakan saham paling menarik.
Pasalnya, LPCK secara teknikal sudah membentuk tren naik sejak pertengahan Mei lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama menyebut beberapa faktor penyebab harga saham Grup Lippo mengalami kenaikan.
- Melalui Riset dan Inovasi, LPKR Siap Hadapi Dinamika Pasar
- LPKR Fokus Kembangkan Tenaga Kerja Unggul Melalui Pelatihan Berkelanjutan
- Dukung Agenda Keberlanjutan, LPKR Gencarkan Program Berbasis Masyarakat
- Lippo Group dan Pertamina Retail Berkolaborasi Dalam Pengembangan Bisnis
- Lippo Karawaci Gencar Mencari Alternatif Material Ramah Lingkungan Dalam Proyeknya
- LPKR Catat Pertumbuhan Signifikan dalam Pengalihan Limbah Menuju Ekonomi Sirkular