Serang Libya, AS Terancam Bangkrut
Kadhafi Semangati Pendukung, Koalisi Terancam Pecah
Kamis, 24 Maret 2011 – 08:34 WIB

Serang Libya, AS Terancam Bangkrut
Prancis dan Jerman khawatir, kalau NATO yang memimpin, itu akan menguatkan kesan yang selama ini dikampanyekan Kadhafi bahwa ini perang antara Islam melawan Kristen. Jerman bahkan secara resmi sudah menarik semua armada tempurnya. Langkah serupa juga dilakukan Turki yang menganggap serbuan udara ke Libya telah melampaui wewenang yang diberikan PBB kepada pasukan koalisi.
Cameron dan menteri luar negerinya, William Hague, pun sibuk menelepon para pemimpin negara anggota koalisi. Termasuk para anggota Liga Arab. Hasilnya tidak terlalu memuaskan. Dari Liga Arab, baru Qatar yang menyatakan hari ini akan mengirimkan pesawat untuk patroli di langit Libya. Jordania hanya bersedia menyiapkan logistik.
Mungkin karena perkembangan yang tak terlalu menggembirakan itulah, Presiden AS Barack Obama terdengar tidak terlampau optimistis ketika mengevaluasi operasi militer koalisi di Libya. Menurut dia, berhasil tidaknya Kadhafi ditumbangkan bergantung kepada bisa tidaknya rakyat Libya memanfaatkan momentum.
"Saya pikir "yang juga menjadi harapan kami semua" operasi militer ini bisa menciptakan ruang yang cukup untuk para pemberontak. Dengan begitu, mereka bisa mengorganisasi diri dan mengartikulasikan aspirasi mereka untuk rakyat Libya," katanya sebagaimana dikutip New York Times. (c4/ttg)
TRIPOLI - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton boleh berkoar bahwa ada tanda-tanda Muammar Kadhafi mulai mencari exit strategy. Tetapi,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI
- Indonesia Berangkatkan Pasukan Misi Kemanusiaan Gempa ke Myanmar
- Info Terbaru Gempa Myanmar, Jumlah Korban dan yang Hilang