Serangga 'Ladybird' jadi Ancaman di Inggris
Selasa, 30 Juni 2009 – 09:35 WIB

ANCAMAN - Serangga Harlequin ladybird yang berasal dari Asia ini, khususnya di daerah UK, kini disebut-sebut sebagai serangga dengan perkembangbiakan tercepat dan menebar ancaman bagi 10 ribuan spesies serangga lain. Foto: PA.
WALLINGFORD - Serangga yang oleh sebagian besar orang mungkin dipandang lucu, semacam kepik kecil warna-warni (yang di dunia keilmuan dikenal dengan nama ladybird, Red), ternyata tak 'selucu' kelihatannya. Pasalnya, di kawasan UK (Inggris Raya) sana, saat ini ladybird - khususnya dari keluarga Harlequin - disebutkan telah mengancam keberadaan lebih dari 10 ribu spesies serangga lain. Ladybird Harlequin sendiri adalah jenis serangga yang dikatakan berasal dari Asia. Serangga ini memangsa berbagai jenis serangga lain, termasuk larva dari jenisnya sendiri, serta juga memakan buah-buahan. Konon, dulunya serangga ini dibawa (diperkenalkan) di Eropa justru guna mengendalikan hama serangga.
Kesimpulan itu setidaknya sebagaimana yang dilaporkan oleh ilmuwan dari Centre for Ecology and Hydrology (CEH) yang beraktivitas di daerah UK, seperti dikutip oleh situs berita BBC. "Rasio penyebarannya (belakangan ini) sangat dramatis dan tak terduga," kata Dr Helen Roy dari CEH.
Dilaporkan lebih jauh, serangga ladybird dari bangsa Harlequin ini telah menyebar ke hampir seluruh wilayah di UK dalam empat tahun, sembari secara aktif memangsa berbagai jenis serangga lainnya. Meski begitu, masih ada sedikit harapan dalam mengatasi persoalan ini, yaitu dengan memperkenalkan jenis serangga lain yang mungkin bisa mengurangi perkembangbiakan ladybird.
Baca Juga:
WALLINGFORD - Serangga yang oleh sebagian besar orang mungkin dipandang lucu, semacam kepik kecil warna-warni (yang di dunia keilmuan dikenal dengan
BERITA TERKAIT
- Indonesia Pastikan Siap Membantu Myanmar dan Thailand Menangani Dampak Pasca-Gempa Bumi
- Gempa Myanmar, Korban Tewas Mencapai 1.644
- Donald Trump Makin Berniat Mencaplok Greenland
- Presiden Macron: Serangan Israel di Beirut Tak Dapat Diterima
- UNHCR Khawatirkan Nasib Jutaan Pengungsi Terdampak Efisiensi Anggaran
- Korban Gempa Myanmar Mencapai Ribuan, Junta Militer Memohon Pertolongan