Serbu Lowongan Jadi Penari Striptis
Sabtu, 21 Maret 2009 – 07:26 WIB

Serbu Lowongan Jadi Penari Striptis
PROVIDENCE - Tak perlu pusing-pusing memilih busana saat memburu lowongan di Providence Club, Rhode Island, ini. Toh, sebagus atau senorak apa pun baju itu, saat melakukan pekerjaan yang satu ini, pakaian tersebut tak diperlukan. Pasalnya, yang diperlukan justru tubuh tanpa dibalut benang sehelai pun. Ya, profesi yang ditawarkan oleh klub itu adalah penari telanjang. Pengelola pusat hiburan yakin, tawaran tersebut akan dibanjiri pelamar. Apalagi, krisis ekonomi membuat pengangguran kian marak.
Job fair untuk 30 posisi di klub tersebut baru dibuka hari ini (Sabtu, 21/3). Selain penari bugil, lowongan terbuka untuk pelayan wanita, disc jockey (DJ), dan bartender. Mereka bakal ditempatkan di Providence Club, dan sebagian lainnya di Massachusetts.
Baca Juga:
''Saya perlu beberapa manajer, staf yang hebat, dan pelayan-pelayan wanita yang menarik untuk bekerja bersama pekerja kami lainnya,'' ujar pemilik klub Tom Tsoumas. Rhode Island adalah salah satu negara bagian Amerika Serikat yang terkena dampak terburuk krisis ekonomi. Angka pengangguran di wilayah tersebut mencapai 10,3 persen pada Januari.
Providence Club bukannya tidak terpengaruh dampak krisis ekonomi. Tapi, klub tersebut masih mampu menarik pengunjung untuk sekadar minum dan merogoh koceknya bagi para penari telanjang. ''Klub kami juga merasakan dampaknya (krisis ekonomi). Tidak lebih baik dari bisnis restoran atau yang semacamnya. Para pengunjung datang dan minum untuk menghilangkan penat,'' tambah Bob Travisono, manajer klub. (cak/ami)
PROVIDENCE - Tak perlu pusing-pusing memilih busana saat memburu lowongan di Providence Club, Rhode Island, ini. Toh, sebagus atau senorak apa pun
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar