Sesepuh Nilai Golkar Wajib Punya Capres Agar Suara Partai Terkerek

"Tapi bagaimana kita bisa tahu seseorang memiliki ciri-ciri seperti itu? Yang kita dengar dari kaum politisi semuanya yang baik-baik saja, enak didengar, normatif. Semua serba optik," tuturnya.
Yang lebih substansial, katanya adalah track record, apa yang telah dihasilkan dan sikapnya yang terekam terhadap masalah yang menjadi perhatian dan kepentingan rakyat.
Salah satu yang memiliki kriteria tersebut adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Golkar sudah sepakat mendukung Ketumnya itu sebagai Capres 2024.
Di mata Ginandjar, pilihan itu sudah pas. Sebab, Airlangga bukan semata politisi, tetapi juga teknokrat yang sudah terbukti mumpuni.
"Prestasi Pemerintah sekarang yang sukses menangani pandemi dan sekaligus memulihkan ekonomi, adalah prestasi Airlangga yang ditunjuk Presiden untuk memimpin kedua tugas yang berkait satu sama lain itu," ucap menteri pertambangan dan energi era Orde Baru tersebut.
Di antara nama-nama yang disebut-sebut punya potensi atau minat jadi presiden, secara obyektif Airlangga adalah yang paling mampu dan sudah terbukti.
"Prestasinya tidak ada yang bisa meragukan. Objektif sajalah kita," tegasnya.
Politikus senior Golkar Ginandjar Kartasasmita menilai partainya harus mengusung kader sebagai calon di pilpres 2024
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Prabowo Minta Struktur Komisaris BUMN Dirampingkan, Diisi Profesional
- Hadiri Buka Puasa Bersama PM Kamboja, Ketum PP AMPG Sampaikan Salam dari Presiden Prabowo & Ketum Golkar Bahlil
- SOKSI Golkar Masih Mendua, Ada Rekomendasi agar Bahlil Bekukan Kubu Ali Wongso Sinaga
- Beredar Surat DPP Golkar Buat Bahlil, Isinya Rekomendasi Pembekuan SOKSI Kubu Ali Wongso
- Fajar Alfian Minta Maaf Atas Ucapannya kepada Simpatisan Anies