Setelah Ditlantas, Mafia Pendidikan Polri Harus Dibersihkan

jpnn.com - JAKARTA - Sikap Mabes Polri yang melakukan bedol deso atau pembersihan besar-besaran di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Polda Jatim mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan aksi bersih-bersih Mabes Polri itu harus didukung semua pihak, baik di internal maupun di ekternal Polri.
"Apa yang sudah dilakukan Mabes Polri itu adalah untuk pembenahan kultur dan kinerja pelayanan jajaran lalulintas pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan Propam Polri," kata Neta, Sabtu (3/5).
IPW melihat ada prokontra yang kuat di internal Polri pascaoperasi tangkap tangan dalam dugaan suap di Direktorat Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim tersebut. Prokontra ini makin kuat tatkala Mabes Polri melakukan "operasi sapu bersih dan bedol deso" terhadap perwira-perwira di kedua institusi lalulintas itu.
"Seharusnya prokontra ini tidak perlu terjadi, jika elit-elit Polri menyadari bahwa zaman sudah berubah dan reformasi Polri perlu didorong lebih kencang lagi. Sehingga kinerja dan kualitas pelayanan Polri kian membaik," ujarnya.
Menurutnya, pihak-pihak yang menolak pembersihan di tubuh Polri bisa dikatakan sebagai perwira yang antireformasi dan antiperubahan di Polri.
Sebab itu, IPW mengimbau semua pihak agar mendukung dan memberi apresiasi pada penataan dan pembenahan di jajaran Lalulintas Polda
Metro dan Polda Jatim. Dengan harapan pembenahan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat, sehingga aksi percaloan di pelayanan Lalulintas benar benar bisa dihilangkan.
Namun IPW berharap operasi senyap yang dilakukan Mabes Polri dalam rangka pembersihan institusi ini harus dilakukan berkelanjutan dan
JAKARTA - Sikap Mabes Polri yang melakukan bedol deso atau pembersihan besar-besaran di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Polda Jatim mendapat
- Keluarga Gamma Rizkynata: Hukuman Aipda Robig Harus Maksimal, Jangan Dikurangi!
- RUU Penyelenggaraan Haji dan Umrah Perlu Partisipasi Publik demi Tata Kelola yang Adil
- Ahmad Luthfi: Jawa Tengah Siap Sambut Kedatangan Pemudik Lebaran 2025
- Warga Kampung Bayam yang Menempati Rusun Harus Bayar Rp 1,7 Juta per Bulan
- Tim BTB Gelar Aksi Resik Masjid Pascabanjir di Jatinegara
- Tom Lembong Kecewa atas Dakwaan, Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara