Setengah Peserta Jamsostek Pekerja Informal Dipangkas
Senin, 19 November 2012 – 05:17 WIB

Setengah Peserta Jamsostek Pekerja Informal Dipangkas
PURWAKARTA - Akibat pembayaran premi asuransi Jamsostek sebesar Rp 25 miliar macet, jumlah pekerja informal yang bakal diasuransikan dipangkas. Pemda Purwakarta, Jawa Barat meminta kepala desa mendata ulang dan memangkas jumlah pekerja informal yang diajukan.
Hal itu diakui Kepala Desa Cisaat, Kecamatan Campaka Ahya. Ia kini kelimpungan karena harus memangkas 50 persen angka pekerja informal di wilayahnya.
"Sebagai kepala desa tentu kebijakan ini sangat berat untuk kami lakukan. Selain bisa menimbulkan kecemburuan sosial, kekisruhan juga akan terjadi krisis kepercayaan dari sejumlah warga yang dicoret namanya. Hal itu nyata akan terjadi setelah sejumlah harapan dan keinginan jaminan kesejahteraan warga sirna," ujar Ahya seperti yang dinukil Pasundan Ekspres (JPNN Group), Senin (19/11).
Seorang pekerja informal Cisaat, Adon (40) yang berprofesi sebagai petani mengaku kecewa dan putus harapan ketika mendengar kabar tersebut. "Jika benar begitu adanya, putus sudah harapan saya sekeluraga. Kami yang hanya seorang warga tentunya berharap hanya kepada pemerintah untuk menjamin kesehatan kami. Lalu bagaimana nasib kami kedepannya jika ada keluarga kami yang sakit," jelasnya.
PURWAKARTA - Akibat pembayaran premi asuransi Jamsostek sebesar Rp 25 miliar macet, jumlah pekerja informal yang bakal diasuransikan dipangkas.
BERITA TERKAIT
- Sehari Bank Emas Diresmikan Presiden, Deposito Emas Pegadaian Tembus Hampir Setengah Ton
- Sambut Ramadan, BRI Finance Bantu Pembangunan Musala
- Update Harga Emas Antam Hari Ini, Jumat 28 Febuari, Turun, Berikut Perinciannya
- Harga Emas Antam Hari Ini 28 Februari Merosot, Jadi Sebegini Per Gram
- Gathering ISSEI 2025 Perkuat Sinergitas Ekosistem Industri Baja Nasional
- 5 Negara ASEAN Jalin Kerja Sama AEO, Apa Manfaatnya bagi Eksportir dan Importir RI?