Setiawan Djody setelah Setahun Operasi Ganti Hati (1)
Rancang Tur Kantata Bersama Iwan Fals
Minggu, 04 Juli 2010 – 09:14 WIB

Setiawan Djody. Foto : Agung Putu I/JAWA POS
Setiawan Djody lantas menceritakan pengalaman spritualnya saat operasi transplant maupun sesaat sesudahnya. Dalam keadaan tidak sadar selama beberapa hari, di situasi antara hidup dan mati, dia merasa sempat seakan berada di sebuah lorong besar yang didominasi cahaya putih.
Dia mengibaratkan, dia seperti berada dalam gambaran situasi di film Narnia, yang menggambarkan dunia fantasi yang diciptakan seorang pendeta C.S. Lewis. "Indah, benar-benar indah sekali, binatangnya banyak, orang juga banyak tanpa bicara, dan ada satu orang berjubah putih," tuturnya.
Meski merasa waktu berjalan tidak begitu lama, saat itu, sekitar dua minggu dirinya tidak sadar semenjak operasi dilakukan. "Nah, sejak itu lah, masa-masa berat harus saya lalui," katanya.
Menurut Setiawan Djody, sejak sebelum operasi, dirinya sebenarnya sudah diingatkan oleh dokter bahwa masa paling berat memang bukan saat operasi dilakukan. Namun, adalah masa pasca operasi. "Cak Nur waktu transplant kan juga nggak apa-apa kan, tapi pasca transpalan, rajanya sakit itu ada di situ," terangnya.
Pangkal leher bagian bawah suami dari Etty Djodi itu harus dilubangi untuk dijadikan semacam saluran sekresi. Sekresi adalah mekanisme membuat dan melepaskan substansi kimiawi dalam bentuk lendir yang dilakukan sel tubuh. Umumnya, sebagai respon adanya infeksi di dalam tubuh.
Sekitar setahun yang lalu, tepatnya 14 Juni 2009, pemusik sekaligus pebisnis Setiawan Djody menjalani operasi ganti hati di Rumah Sakit Siloam Gleneagles,
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara