Sewa Hotel untuk Jemaah Haji, Sistem Kontrak Semusim Penuh

Manfaat berikutnya adalah adanya efisiensi anggaran akomodasi jika menggunakan sistem sewa semusim penuh.
’’Kemudian juga bisa mendapatkan kualitas hotel yang lebih baik dan dekat dengan masjid Nabawi,’’ tutur dia. Tim akomodasi juga lebih mudah mengatur penempatan jamaah di setiap hotelnya.
BACA JUGA: Kemenag Tunggu Keppres soal Biaya Haji
Mastuki menjelaskan upaya memperbanyak hotel dengan sistem sewa semusim penuh, merupakan salah satu upaya peningkatan layanan. Program lainnya adalah memperbanyak lokasi perekaman biometrik atau biasa disebut fast track.
Tahun lalu program fast track dibuka di tiga embarkasi. Sementara tahun ini diupayakan dibuka untuk seluruh embarkasi.
Inovasi berikutnya adalah penomoran tenda di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna). Dengan adanya penomoran ini diharapkan bisa mempermudah pengelolaan jamaah di tengah jumlah tenda yang terbatas. Selain itu juga mencegah adanya pengkaplingan atau klaim tenda oleh jamaah. (wan)
Tim dari Kementerian Agama mulai berburu hotel di Makkah dan Madinah untuk Jemaah haji tahun ini.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- ASITA Serius Benahi Travel Haji dan Umrah: Lindungi Jemaah dari Praktik Tidak Sehat
- BPKH Limited Perkenalkan Bumbu Khas Indonesia untuk Katering Jemaah Haji di Arab Saudi
- Aturan Baru, Barang Kiriman Jemaah Haji Maksimal Nilainya Rp 24,5 Juta Bebas Bea Masuk
- BPKH Temui Pengurus PBNU, Minta Dukungan Terkait Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji
- Dana Haji Tumbuh Positif, Pengeloaan BPKH Capai Rp 171 Triliun
- Kemal Akbar Sebut Jemaah Haji dan Umrah Tetap Perlu Vaksinasi, Begini Alasannya