Shein Menjadi Perusahaan Terkenal di Tiongkok, tetapi Apa yang Dikorbankan?

"Apakah saya baru membeli $439.50 dari Shein?" demikian tulisan dari video milik @chlo3s_hauls yang menunjukkan bukti pembayarannya dari Shein.
Lizzie Cao yang berusia 20 tahun adalah seorang mahasiswi yang juga 'influencer' dengan pengikut lebih dari 168.000 di TikTok.
Produk Shein pertama kali muncul di akun TikTok-nya dua tahun yang lalu.
"Ketika TikTok sangat terkenal di tengah karantina dan lockdown, semua orang melakukan 'Shein haul'," ujar Lizzie.
"Saya jadi ikut tren tersebut dan mulai membeli produk Shein dalam jumlah besar. Saya sebenarnya tidak membutuhkannya, tapi harganya yang murah cukup menggoda."
"Akhirnya saya harus menyumbangkan pakaian saya ke Vinnies [toko barang bekas] atau dibuang," ujarnya.
"Kualitas barangnya tidak sebagus itu, kita hanya memperoleh kepuasan sementara atau terbawa sensasi barang keren dengan harga murah," ujarnya.
"Namun tren ini cepat berlalu dan kita tidak membutuhkannya lagi."
Sebuah laporan menguak tempat kerja yang tidak aman dan pekerja di bawah umur ditemukan di perusahaan 'fast fashion' Shein asal Tiongkok
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Kaya Susah
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana