Si Cantik Amoy Bunuh Diri, Tinggalkan Puisi tentang Cinta
Pun, pagi Rabu itu, rupanya Hamida sempat menelepon Yulianto untuk menanyakan kabar Amoy.
Kala itu, Yulianto mengatakan, kondisi Amoy baik-baik saja.
“Tak sangka, Ibu dulu menyerahkan (anak) bagus-bagus. Kira kau tanggung jawab, rupanya kau buat dia sakit sampai meninggal begini. Ya Allah, ya Rob,” ujarnya kepada Yulianto di hadapan polisi dan wartawan.
Senin kemarin, Amoy sempat pulang ke rumah orangtuanya untuk mencurahkan isi hatinya yang selama ini dia pendam.
Sebagai ibu, Hamida menasehati bahwa dalam rumah tangga ada asam manisnya.
“Sabar nak, saya bilang. Sabar kau sebagai istrinya. Itu hanya perempuan saja, tidak ada apa-apanya,” terangnya.
Awalnya, Hamida dan adik korban masih belum bisa memberi keputusan, apakah jenazah anaknya akan divisum.
Mereka menunggu kedatangan sang ayah. Beberapa menit kemudian, ayahnya tiba di rumah itu.
NORMA Minita, warga Gang Sepakat II, Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, No 17, Pontianak Kota, mengakhiri napasnya sendiri dengan cara yang dipilihnya
- 28 November, Masyarakat Timor Leste Rayakan Kemerdekaan dari Penjajahan Portugis
- Eling Lan Waspada, Pameran Butet di Bali untuk Peringatkan Melik Nggendong Lali
- Grebeg Mulud Sekaten, Tradisi yang Diyakini Menambah Usia dan Menolak Bala
- AKBP Condro Sasongko, Polisi Jenaka di Tanah Jawara
- MP21 Freeport, Mengubah Lahan Gersang Limbah Tambang Menjadi Gesang
- Sekolah Asrama Taruna Papua, Ikhtiar Mendidik Anak-anak dari Suku Terpencil Menembus Garis Batas