Si Kecil Mengalahkan Si Besar, Bagaimana Serangan Balik Ukraina Bikin Rusia Babak Belur?

Sebaliknya Rusia menghadapi hambatan dalam mereorganisasi pasukan sampai kemudian lebih sering mengambil posisi bertahan.
Moral rendah
Ukraina pun menjadi lebih leluasa dalam melancarkan ofensif balasan guna merebut kembali wilayah-wilayahnya, sebelum musim dingin tiba yang diperkirakan bakal bakal menyulitkan kedua belah pihak yang bertikai itu.
Sukses teritorial Ukraina itu kian memukul moral pasukan Rusia dan bahkan bisa memojokkan posisi Presiden Vladimir Putin.
Putin sendiri tengah ditekan di dalam negeri agar memaklumatkan mobilisasi massal yang justru ingin dia hindari karena bisa menjadi bunuh diri politik.
Kekalahan besar di front Kharkiv sendiri mencerminkan militer Rusia menghadapi masalah struktural, terutama menyangkut sumber daya pasukan dan rendahnya moral bertempur yang memang sudah dikenali sejak awal invasi Rusia di Ukraina.
Sejumlah kalangan ini menyebutkan ada perbedaan mental yang menyolok antara pasukan Ukraina dan militer Rusia.
Ketika Ukraina melancarkan serangan kilat guna merampas kembali kota-kota strategis di Ukraina timur termasuk Izium, pasukan Rusia terbirit-birit mundur sampai meninggalkan tank-tank dan amunisi mereka.
Kontra-ofensif Ukraina mulai akhir Agustus 2022 di bagian timur lautnya yang tengah diduduki Rusia yang menguakkan lagi fenomena unik
- Volodymyr Zelenskyy Menyesali Pertengkaran dengan Donald Trump
- Kaya Gila
- Donald Trump Pundung, Amerika Setop Bantuan Militer untuk Ukraina
- Berdebat Sengit dengan Trump, Zelenskyy Tinggalkan Gedung Putih Lebih Awal
- Presiden AS dan PM Inggris Bertemu Untuk Akhiri Perang Ukraina
- Polisi Kejar 8 Perampok WN Ukraina di Bali, Kerugian Capai Rp3,4 M