Si Pasien Tidak Kembali Lagi, Dikira Sudah Meninggal, Ternyata…
Selasa, 18 Juli 2017 – 00:33 WIB

Sumartini Dewi (empat dari kiri) didampingi promotor dan penguji desertasi di gedung IMERI FK Universitas Indonesia (UI) Rabu lalu (12/7). Foto: Humas FK UI for Jawa Pos
Pujian terhadap Sumartini pun datang dari guru besar ilmu penyakit dalam FK Universitas Gadjah Mada Prof dr Nyoman Kertia SpPD-KR. Menurut dia, uji klinis yang dilakukan Sumartini membuat khasiat ciplukan terbukti secara ilmiah.
Kertia menuturkan, di UGM sendiri memang berkembang pusat produksi herbal. Salah satunya adalah ekstrak ciplukan seperti yang digunakan Sumartini. ”Mungkin ke depan ada yang meneliti lebih lanjut,” katanya.
Penelitian Sumartini memang masih menggunakan ekstrak ciplukan sebagai pendamping obat kimia. Kertia berharap bisa ada penelitian ciplukan sebagai obat utama. (*/c11/oki)
Physalis peruviana kerap dianggap sebagai tumbuhan liar, bahkan hama. Ternyata tumbuhan yang dikenal sebagai ciplukan itu punya banyak manfaat. Sumartini
Redaktur & Reporter : Soetomo
BERITA TERKAIT
- Tingkatkan Kualitas Tidur dengan Rutin Mengonsumsi 7 Obat Herbal Ini
- Sakit Gigi Bakalan Ambyar dengan Menggunakan 7 Obat Herbal Ini
- Sido Muncul Gandeng Unsoed Gelar Simposium Nasional ‘Memanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat’
- Solusi Alami Mengatasi Masalah Kesehatan dengan Walatra Herbal
- Herbal TV Berkomitmen Hadirkan Obat Alami untuk Hidup Lebih Sehat
- Berbahan Alami, Obat Herbal Jadi Pilihan Terbaik Merawat Kesehatan