Si Pelempar Sepatu Terancam Bui 2 Tahun
Pengacara Saddam Siap Bela
Rabu, 17 Desember 2008 – 09:14 WIB

Foto : AP
Sementara itu, pelemparan sepatu yang menurut kultur Arab adalah bentuk penghinaan terendah tersebut mengundang perhatian Presiden Venezuela Hugo Chavez. Dalam wawancara dengan Reuters kemarin, pemimpin anti-AS itu menyatakan terkesan dengan aksi Muntadar tersebut. Sebab, melancarkan aksi nekat semacam itu membutuhkan keberanian tingkat tinggi. Apalagi, dalam even tersebut Bush mendapatkan pengawalan ketat.
”Untung saja sepatu tersebut tidak mengenainya (Bush, Red). Saya tidak menganjurkan siapa pun melempar sepatu. Tapi, sungguh itu benar-benar aksi yang sangat berani,” paparnya. Di negeri pemimpin 54 tahun tersebut cuplikan pelemparan sepatu oleh Muntadar itu diputar berulang di stasiun televisi nasional.
Chavez adalah pengeritik perang AS melawan teror di Iraq dan Afghanistan dan seringkali menyebut Bush "keledai", "pemabuk" atau "Bapak Bahaya". Ia paling terkenal menyebut Bush "Iblis", saat pidato di markas PBB di New York, sambil mengendus udara dan mengatakan masih tercium bau belerang setelah Bush meninggalkan podium.
Selama 10 tahun memangku jabatan, Chavez telah menggambarkan pemerintah sosialisnya sebagai pilihan bagi "kekaisaran" AS. ia mendorong persekutuan dengan banyak negara, termasuk Iran, Kuba dan Rusia guna membuat lemah pengaruh Washington di pentas dunia. (hep/ami)
BAGHDAD – Bagi yang berangan-angan meniru ulah wartawan Iraq, Muntadar al-Zaidi, melempar sepatu ke presiden AS sebaiknya berpikir dua
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar