Sidang Ahok Hari Ini Hadirkan Ahli Bahasa dan Agama

jpnn.com - jpnn.com - Hari ini (13/2) Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sidang kali ini akan menghadirkan empat ahli dari kubu jaksa penuntut umum.
Menurut Ronny Talapessy dari tim kuasa hukum Ahok, keempat ahli yang dihadirkan berasal dari ahli agama, ahli Bahasa Indonesia dan ahli hukum pidana. Untuk ahli agama yang akan dihadirkan adalah Prof. Dr. Muhammad Amin Suma.
“Dia adalah ahli agama Islam yang melaksanakan tugas menjadi ahli berdasarkan surat tugas dari MUI (Majelis Ulama Indonesia, red) tanggal 8 November 2016," ucap Ronny, Minggu (12/2).
Sedangkan untuk ahli pidana yang akan dihadirkan adalah Dr. Mudzakir dari Universitas Islam Indonesia (UII) dan Dr. Abdul Chair Ramadhan yang juga anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI. Sedangkan saksi keempat adalah ahli Bahasa Indonesia yakni Prof Mahyuni yang dikenal sebagai ahli Bahasa Indonesia dari Universitas Maratam.
Menurut Ronny, dalam sidang lanjutan kali ini tak ada lagi saksi fakta. Pasalnya para saksi fakta telah dihadirkan semuanya di sidang sebelumnya. "Sidang selanjutnya akan menghadirkan ahli-ahli," terang dia.
Seperti dijadwalkan sebelumnya, sidang Ahok akan dimajukan ke hari Senin (13/2). Pertimbangannya karena pelaksanaan pilkada yang semakin dekat. Sidang akan digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.(elf/JPG)
Hari ini (13/2) Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ketua MUI Ajak Umat Islam Tetap Memiliki Integritas Seusai Ramadan
- BAZNAS, MUI, dan Kemenbud Gelar Nobar Film Peraih Oscar No Other Land
- Solidaritas untuk Palestina, PMII Serukan Boikot 25 Merek Terafiliasi Israel
- Massa Tolak Promosi LGBT Demo di Kantor MUI
- Sertifikasi Halal Dianggap Mahal dan Lama, Ini Jawaban LPH LPPOM
- Akademisi Ajak Masyarakat Cermat Ajakan Boikot Beragendakan Persaingan Bisnis