Silaturahmi Mega dan SBY Diyakini Bisa Bikin Adem Politik Indonesia

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Eksekutif EmrusCorner, Emrus Sihombing mengatakan komunikasi politik yang dilakukan para ketua umum partai politik belakangan ini menyejukkan masyarakat.
Emrus juga berpandangan betapa eloknya jika terjadi pertemuan silaturahmi antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
“Bila pertemuan kebangsaan antara Megawati dan SBY tersebut terwujud dalam waktu dekat, saya berkeyakinan kuat seluruh rakyat Indonesia senang dan bergembira ria,” kata Emrus, Sabtu (26/11).
Menurut dia, komunikasi politik kebangsaan yang sering disebut sebagai safari politik antarketua umum parpol dari aspek ilmu komunikasi politik merupakan hal yang lazim dan sangat bernilai tinggi merawat kebangsaan dalam kerangka NKRI.
“Komunikasi politik antarketum partai merupakan dialog politik untuk saling bertukar pikiran, gagasan dan ide tentang berbagai hal termasuk membincangkan dinamika politik kekinian di tanah air,” kata Emrus.
Pertemuan dan dilanjutkan dengan dialog serta komunikasi sebagaimana dikemukakan Presiden Jokowi bisa membuat para pihak semakin tahu apa yang harus diperbaiki di mana sebelumnya tidak terpikirkan.
Dia mengatakan ruang komunikasi oleh para pengambil keputusan di partai masing-masing sebagai simbol kebersamaan.
Meskipun, kata Emrus, mereka dari partai yang berbeda yang kadang melewati persaingan politik dalam suatu momentum kontestasi pemilu.
JAKARTA - Direktur Eksekutif EmrusCorner, Emrus Sihombing mengatakan komunikasi politik yang dilakukan para ketua umum partai politik belakangan
- Penempatan, Mutasi hingga Jenjang Karier PPPK Harus Diakomodasi di RPP Turunan UU ASN
- Bobby Nasution Datangi KPK, Ada Apa?
- 3 Maskapai akan Buka Rute Internasional Via Bandara Ahmad Yani, Luthfi: Mendongrak Pariwisata & Investasi
- Prof Azril: PIK 2 Harus Menjadi Model Pariwisata Urban
- Ronny Bara dan Ibunya Diperiksa dalam Sidang Suap Eks Pejabat MA Zarof Ricar
- KPK Periksa 3 Bos Perusahaan Swasta untuk Kasus Korupsi & Cuci Uang Andhi Pramono