Simak Penjelasan Doktor Ilmu Kepolisian Tentang Fenomena Lone Wolf dan Milenial

"Kalau dia berangkat sendiri dengan menggunakan ojek online atau menumpang pada orang lain, maka itu adalah lone wolf,” katanya.
Dedy mencermati, anak-anak muda sekarang tertarik menjadi lone wolf karena masuk ke dalam satu barisan teror secara daring atau online yang tidak disibukkan oleh jadwal pengajian atau indoktrinasi yang dipersiapkan oleh jaringan.
Lebih dari itu, ada motif teologis yang sangat kuat.
“Jika mereka melakukan serangan teror maka disebut akan mendapatkan pahala syahid dan bisa langsung masuk surga,” kata Dedy.
Motif teologis inilah yang yang sangat menggugah serta memengaruhi banyak anak muda atau kaum milenial yang selama ini merasa bahwa pintu jihad belum pernah dibuka oleh satu gerakan agama mana pun.
Menurut Dedy, kondisi tersebut diperparah dengan kehadiran kelompok teroris yang berani memberikan jaminan untuk mendapatkan syahid.
“Maka itulah yang paling ditunggu-tunggu, karena tidak selamanya kesempatan untuk mendapatkan syahid terbuka lebar,” tutur Dedy.
Dia melanjutkan, kaum muda milenial mudah dipengaruhi oleh gerakan-gerakan teroris karena mereka pada dasarnya adalah orang baru yang tidak memiliki cukup ilmu agama dan sedang berada di dalam situasi kekeringan spiritual yang akut.
Mentor kekerasan dalam kelompok teroris sudah menyiapkan konsep surat wasiat lone wolf buat keluarganya.
- Dulu Usut Teroris, Kini Brigjen Eko Hadi Dipilih jadi Dirtipid Narkoba Bareskrim
- Bea Cukai dan Polri Temukan 1,88 Kuintal Sabu-Sabu di Kebun Sawit di Aceh Tamiang
- AKBP Fajar Ditangkap Propam Mabes Polri, Kasusnya Dobel
- Belum Beres, Pemeriksaan 4 Polisi Intimidasi Lagu Sukatani Masih Berlangsung
- Band Sukatani Minta Maaf telah Menyentil Polisi, Ini Respons Mabes Polri
- 4 Anggota Mafia Narkoba Asal Jambi Ini Segera Diadili