Sindrom Aksen Asing Ubah Cara Bicara Perempuan Australia Ini

Hal lain yang juga memberatkan Angie adalah dia tidak tahu apa yang akan dialaminya ke depan, atau bagaimana kondisi ini akan memengaruhi kesehatannya di masa depan.
"Ada implikasi neurologisnya. Dan sekarang, saya tidak tahu apakah ini sindrom atau gejala penyakit yang lebih parah," ujar Angie.
"Jadi saya harap saya bisa mendengar jawaban dokter spesialis dan pakar di bidang ini."
Dr Karl mengatakan perubahan aksen bukanlah hal yang sepele, cara kita berbicara berperan besar dalam menunjukkan siapa diri kita.
"Masalahnya [dengan sindrom aksen asing] adalah karena cara Anda berbicara menunjukkan sebagian identitas Anda."
Dr Karl mengatakan Angie bisa memperbaiki aksennya melalui sekolah akting, namun beberapa ahli patologi yang menghubungi program radio Hack mengatakan penanganan sindrom aksen asing hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kapasitas.
Angie masih tidak tahu mengapa aksennya bisa berubah, apakah akan pernah hilang, atau apakah perubahan ini akan memiliki implikasi besar dalam hidupnya.
Tapi sementara itu, dia berharap untuk dapat meningkatkan kesadaran orang-orang tentang kondisinya dan tidak menghiraukan netizen yang menuduhnya berpura-pura.
Beberapa minggu yang lalu, Angie Yen, perempuan asal Brisbane di Australia yang berusia 27 tahun mengunggah sebuah video di TikTok
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana