Singgung Dampak PSBB, Sri Mulyani Sampaikan Kabar Kurang Menggembirakan
Jumat, 17 April 2020 – 16:05 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: ANTARA/Wahyu Putro A
"Meski demikian, diperkirakan pada bulan berikutnya, PPN akan melemah seiring dengan kebijakan PSBB di beberapa daerah," ujarnya.
Secara keseluruhan, realisasi penerimaan pajak periode Januari-Maret 2020 tercatat tumbuh negatif 2,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Pendapatan pajak termasuk dari sektor migas mencapai Rp241,6 triliun atau 14,7 persen dari target atau turun dibandingkan periode 2019 sebesar Rp 247,7 triliun atau 15,7 persen dari target.
Penerimaan itu dari PPh nonmigas sebesar Rp137,5 triliun, PPh migas sebesar Rp10,3 triliun dan PPN sebesar Rp92 triliun.
Dari jenis pajak, kontribusi terbesar berasal dari PPN dalam negeri Rp51,63 triliun, PPN impor Rp37 triliun, PPh Pasal 21 Rp36,58 triliun dan PPh badan Rp34,54 triliun.
Dari sisi sektor usaha, penyumbang terbesar penerimaan adalah industri pengolahan Rp64,06 triliun, perdagangan Rp52,76 triliun, jasa keuangan dan asuransi Rp33,33 triliun serta konstruksi dan real estat Rp 16,02 triliun.
"Pandemi COVID-19 terlihat nyata di sektor transportasi dan pergudangan yang biasanya tumbuh double digit, tetapi sektor ini mulai stagnan, hanya memberikan Rp 11,96 triliun dan kontribusinya tumbuh 5,1 persen," kata Sri Mulyani.(Antara/jpnn)
Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sektor ekonomi, termasuk penerimaan pajak.
Redaktur & Reporter : Friederich
BERITA TERKAIT
- Struktur Lengkap Danantara, Ada Jokowi, Sri Mulyani hingga Pandu Sjahrir
- Coretax Bermasalah di Awal Tahun, Misbakhun Tetap Yakin Penerimaan Pajak segera Rebound
- IHSG Memang Anjlok Selasa Kemarin, Tetapi Penyerapan SBN Sesuai APBN
- IHSG Melemah Lagi, Pembatalan RUU TNI Bisa Meredakan Pasar
- Baru 11 Pemda Salurkan THR PNS & PPPK, Menkeu Ungkap Penyebabnya
- Roadshow