Sipon
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Buku ini memotret gerakan mahasiswa di Jakarta pada masa-masa menjelang reformasi 1998.
Aldera atau Aliansi Demokrasi Rakyat menjadi kelompok yang penting sebagai wadah gerakan mahasiswa menjelang reformasi.
Selain Aldera yang umumnya beranggotakan mahasiswa nasionalis dan kiri, ada juga kelompok KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang menampung gerakan mahasiswa yang berideologi Islam.
Buku ini merekam salah satu etape perlawanan terhadap rezim otoritarianisme Orde Baru pada awal 1990-an hingga kejatuhan Soeharto. Aldera memainkan peranan penting dalam interaksi perlawanan atas rezim.
Buku ini menceritakan gerakan pemuda progresif di dekade terakhir kekuasaan Orde Baru yang aktivitasnya bermula di awal 1990-an melalui gerakan pembelaan petani dan pemuda yang berujung pada perjuangan politik untuk mengakhiri otoritarianisme Orde Baru.
Pilihan bergerak bersama rakyat yang dimulai dengan membangun gerakan-gerakan perlawanan atas perampasan tanah di Jawa Barat, telah membangun solidaritas gerakan ini dan menjelma menjadi gerakan politik adiluhung sebagai pengontrol sekaligus penentang langsung kebijakan Soeharto.
Tentu saja represi pada para pegiatnya menjadi bagian tak terpisah dari dinamika gerakan ini.
Aldera membatasi diri bertransformasi menjadi gerakan politik kerakyatan yang tidak berubah menjadi partai politik.
Belakangan diketahui bahwa Wiji menjadi korban penculikan dan penyekapan yang dilakukan terhadap para aktivis gerakan mahasiswa yang menentang Orde Baru.
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak