Sisa Kejayaan Sang Kaisar Kukar Syaukani HR
Ingatan Hanya Hitungan Detik, Habiskan Waktu di Tempat Tidur
Minggu, 24 Oktober 2010 – 05:48 WIB
DIJAGA BUPATI: Bupati Kukar Rita Widyasari setiap hari mengawasi perkembangan perawatan ayahnya, Syaukani. Foto:Chrisna/Kaltim Post
Untuk memacu gerak tubuh, fisioterapi rutin dilakukan saat pagi dan sore selama 2 jam. Pasalnya, tubuh Kaning harus rutin digerakkan agar tidak kaku dan rileks. Tiga perawat, dua dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan satu dari RSUD Parikesit, selalu siap mendampingi dan merawat Kaning. "Fisioterapi terus kami jadwalkan. Terutama untuk mengurangi kekakuan pada tangan dan kaki. Sabtu nanti fisioterapi kembali dilakukan. Akupuntur juga akan dilakukan ke Pak Kaning," ujarnya.
Ditambahkan Chris, kondisi Kaning saat ini sudah jauh membaik dibandingkan ketika pertama kali ditanganinya pada April 2010 lalu, terutama soal daya ingat. Saat ini, meskipun pengelihatan Kaning sama sekali tak bisa digunakan, tapi mulai bisa memahami ketika ditanya oleh kerabat atau keluarga yang berkunjung.
"Pak Kaning mulai ingat ketika ditanya, walaupun kemudian lupa lagi. Pak Kaning juga ingat rumahnya di mana. Jauh lebih baik saat ini. Ini dampak dari holistic care yang dilakukan. Teknik ini mencangkup perawatan fisik dan rohani. Kalau fisik dari perawatan medis, rohaninya dari perhatian keluarga, hingga mendengarkan lagu-lagu kesukaan dan ayat-ayat Alquran ke Pak Kaning. Apalagi, dukungan keluarga sangat bagus," jelasnya.
Menurut dr Chris, hasil medical check up pada 28 Agustus lalu masih menggambarkan kondisi Kaning saat ini. "Hasilnya saat itu sangat bagus, semua dalam kondisi stabil. Hanya asam uratnya saja yang masih mencapai 8,7," jelasnya.Kendati kondisi Kaning terus membaik, dr Chris menyayangkan statement berbagai pihak yang meragukan kesehatan Kaning. Menurutnya, secara profesional medis, kondisi Kaning tidak direkayasa.
WARGA Kaltim sulit melupakan sosok Syaukani Hasan Rais, bupati Kutai Kartanegara yang dijuluki Kaisar. Tak bisa dibantah dan royal adalah ciri khasnya.
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara