Sisi Gelap Algoritma TikTok yang Mengancam Kesehatan Jiwa dan Pikiran Pengguna

"Kami tidak melarang atau menghilangkan konten berdasarkan sensitivitas politik. Kami tidak pernah menghilangkan konten atas permintaan Pemerintah Tiongkok, malah tidak pernah diminta."
Sementara TikTok memperbesar perusahaan di Australia dan berusaha menjangkau lebih banyak pengguna, semakin banyak pengguna mendorong agar perusahaan itu mendengarkan kritik yang dilontarkan padanya.
Niels Wouters khawatir hal ini akan mempersempit cara pandang pengguna terhadap dunia.
"Generasi muda berisiko ... memiliki identitas yang terbentuk akibat apa yang disebut normal baru dalam platform teknologi."
Bagi Lauren, memiliki aplikasi TikTok tidak sepadan dengan risiko mengorbankan kesehatan mentalnya.
"Saya akhirnya berhenti menggunakan TikTok setelah beberapa bulan, tapi bahkan saya masih punya gangguan makan ... memang butuh waktu yang sangat lama untuk memperbaiki kondisi ini," katanya.
"TikTok tidak hadir untuk menolong orang. Kalau aplikasi ini mau menghasilkan uang, mereka pasti melakukan segala cara. Menurut saya mereka harus sadar dampak yang ditimbulkan pada orang-orang."
Kredit
Penulis: , and
Penyelidikan ABC menemukan jika algoritma aplikasi ini mengancam kesehatan jiwa dan pemikiran penggunanya
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- TikTok For Artists Memudahkan Musisi Mempromosikan Lagu
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun