Sisi Gelap Algoritma TikTok yang Mengancam Kesehatan Jiwa dan Pikiran Pengguna

Pakar dari Swinburne University, Dr Suku Sukunesan mengusulkan bagaimana agar TikTok bisa menjadi lebih aman digunakan.
Ia telah mencoba memasukkan diri ke dalam lingkaran kelompok yang mengalami gangguan makan dalam aplikasi tersebut.
"Saya langsung disuguhi konten gangguan makan. Setelah beberapa jam, TikTok merekomendasikan 30 akun berbeda untuk diikuti. Mereka semua adalah orang dengan gangguan makan," katanya.
Dr Suku mengatakan TikTok mengajarkan orang bagaimana caranya memiliki gangguan makan. Algoritma yang ada bahkan menuntun mereka pada video yang lebih parah, termasuk yang mengajarkan mereka untuk menyakiti diri sendiri.
"Rasanya hampir seperti jurang tak berujung dan lama kelamaan kita sadar anak-anak ini semakin parah menyakiti diri sendirinya," katanya.
Pemicu berbahaya
Claire Benstead awalnya ragu bermain TikTok. Ia sering mendengar bahwa aplikasi itu tidak baik bagi mereka dengan gangguan makan.
Perempuan berusia 22 tahun ini sudah keluar-masuk rumah sakit selama lebih dari lima tahun, dan masih dalam proses pemulihan ketika mengunduh aplikasi itu.
Tidak lama setelahnya, ia mulai menemukan video yang memperparah gangguan makannya.
Penyelidikan ABC menemukan jika algoritma aplikasi ini mengancam kesehatan jiwa dan pemikiran penggunanya
- TikTok For Artists Memudahkan Musisi Mempromosikan Lagu
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana