Sistem Radar Sering Mati, Masih Dianggap Aman
Sabtu, 29 Oktober 2011 – 10:35 WIB
Pihaknya terus melakukan pemberitahuan jika terjadi kerusakan ganguan atau hang radar kepada petugas Office In Charge (OIC) bandara yang melakukan pemantau penerbangan dan kedatangan pesawat. "Tahun 2013, Dirjen Perhubungan Udara dan kami akan melakukan pengantian radar lama dengan radar baru," tegasnya.
Dihubungi secara terpisah, Kementerian Perhubungan mengakui sistem radar di Bandara Soetta sudah uzur dan harus diperbarui. Untuk itu, ditargetkan pembangunan sistem radar baru akan selesai pada 2013.
"Sistemnya hang, jadi informasi dari radar ke monitor terganggu, bukan radarnya yang rusak. Orang awam bilang radarnya mati, padahal itu sistem JAATCS (Jakarta Automated Air Traffic Control System) yang bermasalah," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay, Jumat (28/10).
Karena sistem utama yang bermasalah, langsung di-back up oleh sistem cadangan. Proses pergantian back up itu yang memakan waktu sehingga pesawat yang akan mendarat dan yang akan berangkat tertunda beberapa jam. "Umur barangnya sudah tua, tapi dalam proses mengganti dan membangun system baru itu tidak bisa sebentar," katanya.
TANGERANG – Meski sering mati dan menyebabkan penerbangan terganggu, pengelola Bandara Soetta masih bersikukuh bahwa sistem radar
BERITA TERKAIT
- Hak Konstitusional Firli Bahuri Harus Dihormati
- Jenderal Polri Menjamin Penanganan Kasus Penembakan Siswa Semarang Transparan
- Katarina Minta Jaksa Segera Eksekusi Pelaku Pemalsuan Akta Setelah Kasasi Dikabulkan
- Pensiunan Notaris Diduga Dikriminalisasi dengan Sengketa Perdata yang Dipidanakan
- Kebakaran Melanda Rumah Padat Penduduk di Tanah Abang, Ini Dugaan Penyebabnya
- Tidak Seluruh Honorer Lulus PPPK 2024, Sudah Diantisipasi, 3 Alasannya