Siswi Calon Pilot Militer Afghanistan Masih Berharap Akan Bisa Terbang Dengan Memulai Hidup Baru di Australia

"Dia mengatakan ingin menunjukkan apa yang terjadi dalam bentuk gambar untuk bisa dilihat dunia," kata Zahra.
"Setelah dia mengatakan itu saya tidak berhenti menangis."
"Saat ini perempuan Afghanistan tidak bisa meninggalkan rumah mereka. Mereka tidak bisa bekerja. Saya khawatir dengan jutaan perempuan yang tidak bisa sekolah.
"Mereka tidak bisa kemana-mana, tidak seorang pun merasa aman."
Zahra juga mengatakan seorang siswa dari akadem militer yang sekarang masih berada di Afghanistan harus bersembunyi.
"Taliban memasuki rumahnya dan dia harus melarikan diri lewat jendela. Bila tidak Taliban sudah pasti akan membunuhnya," kata Zahra.
Tetap bermimpi bisa terbang
Minggu ini, Zahra bergabung dengan warga lainnya yang baru datang dari Afghanistan dan sebagian warga asal Afghanistan yang sudah menetap di Adelaide dalam acara makan malam.
Mariam Aslami dari Asosiasi Perempuan Afghanistan Australia mengatakan acara tersebut dibuat untuk membantu mereka yang baru datang seperti Zahra untuk bisa bertemu dengan yang lain dan membina hubungan baru.
Sebelum Taliban mengambil alih Kabul, Zahra, yang berusia 23 tahun sedang menjalani pelatihan untuk menjadi pilot pesawat tempur
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi