Siswi Calon Pilot Militer Afghanistan Masih Berharap Akan Bisa Terbang Dengan Memulai Hidup Baru di Australia

"Agar mereka bisa membina hubungan dengan warga lainnya, sehingga mereka bisa merasa jadi bagian dari kami," kata Mariam.
Mariam mengatakan acara ini diharapkan akan sangat membantu khususnya bagi para perempuan yang baru datang.
"Bagi perempuan, secara budaya mereka biasanya lebih banyak di rumah, mereka tidak boleh bicara dengan orang asing dan hal-hal seperti itu, sehingga berat bagi mereka," katanya.
"Meski kami sudah kontak dengan mereka, menelpon, biasanya mereka masih ragu-ragu."
Acara seperti ini juga memberikan perasaan optimisme bagi Zahra, saat dia memulai kehidupan barunya di Australia.
"Saya betul-betul berusaha untuk menjadi pilot dan saya berusaha di satu hari nanti bisa mengudara," katanya.
"Ini adalah mimpi terbesar dalam hidup saya."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Sebelum Taliban mengambil alih Kabul, Zahra, yang berusia 23 tahun sedang menjalani pelatihan untuk menjadi pilot pesawat tempur
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi