Siti Jenar
Oleh: Dahlan Iskan
Jumat, 14 Oktober 2022 – 07:07 WIB
.jpeg)
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com
“Saya cacing".
"Berarti kamu itu cacing yang berasal dari manusia".
Jadilah cacing itu manusia.
"Jadi, kamu mengerti semua yang saya ajarkan ke Sunan Muria tadi?"
"Mengerti".
"Karena kamu berasal dari tanah merah yang dipakai menambal perahu ini maka kamu saya beri nama Syekh Siti Jenar".
Siti adalah tanah. Jenar adalah merah. Itu bahasa Jawa halus.
"Kamu saya beri tanah perdikan di dekat Demak. Dirikanlah pondok pesantren di sana," ujar Sunan Bonang.
Lakon pergelaran malam itu: Banjaran Syekh Siti Jenar. Anda sudah tahu: Siti Jenar akhirnya mati akibat mempertahankan pengajarannya.
BERITA TERKAIT