Situasi Berbalik, Sekarang Giliran Warga Tiongkok Mendiskriminasi Orang Asing

Situasi Berbalik, Sekarang Giliran Warga Tiongkok Mendiskriminasi Orang Asing
Salah satu kartun yang beredar di media sosial Weibo di China, merefleksikan rasisme terhadap warga asing di negara itu. (Supplied: Weibo)

"Ketika warga keturunan Tiongkok di negara lain menunjukkan tanda 'Saya bukan virus', saya pun ingin menunjukkan tanda yang sama di sini," katanya.

Hadfield yang beristri warga Tiongkok dan memiliki seorang anak, mengaku sedih menghadapi xenophobia di negara yang sudah dianggapnya sebagai kampung halaman.

'Perlakuan khusus' memicu kemarahan

Pekan lalu, tiga warga asing dilaporkan melakuan tes COVID-19 di Kota Qingdao tanpa antri, sehingga memicu kemarahan warga setempat.

Media Harian Rakyat milik pemerintah mengutuk perilaku itu, dengan alasan warga asing tidak boleh mendapat "perlakuan khusus".

"Tiongkok selalu mementingkan keselamatan dan kesehatan warga asing di negara ini, melindungi hak dan kepentingan mereka sesuai dengan aturan hukum," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Zhao Lijian ketika dimintai pendapatnya.

"Tiongkok menentang segala bentuk diskriminasi dan sikap prasangka," tambahnya.

Tuduhan bahwa warga asing menolak untuk pakai masker merupakan faktor lain yang juga menjadi sumber kemarahan warga setempat.

Bulan lalu, seorang warga Australia dipecat dan diminta meninggalkan Tiongkok setelah dia melanggar aturan lockdown dan keluar berolahraga.

Sejumlah warga asing di China mengaku mendapat perlakuan diskriminasi dan rasisme, setelah ditemukan banyak kasus virus corona di China berasal dari mereka yang datang dari luar negeri

Sumber ABC Indonesia
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News