Skandal Perbankan Australia Mulai Makan Korban

Craig Meller, chief executive officer lembaga jasa keuangan AMP, mengundurkan diri dari posisinya menyusul terungkapnya serangkaian skandal perusahaan ini dalam penyelidikan yang dilakukan komisi khusus perbankan.
Pemerintah Australia membentuk komisi khusus perbankan (Royal Commission) yang kini sedang melakukan penyelidikan terhadap penyimpangan lembaga jasa keuangan.
Komisi khusus menemukan bahwa AMP telah membohongi pengawas perusahaan ASIC selama hampir satu dekade. Hal itu dilakukan AMP untuk menutupi tindakan mengenakan biaya kepada pelanggan untuk nasihat finansial yang tidak pernah diberikan.
"Saya secara pribadi terpukul oleh isu-isu yang muncul secara terbuka minggu ini, terutama dampaknya pada pelanggan, karyawan, perencana dan pemegang saham," kata Meller.
"Ini bukan AMP yang saya kenal dan ini bukan tindakan yang diharapkan pelanggan dari perusahaan," tambahnya.
"Saya tidak membenarkan hal itu atau pernyataan menyesatkan yang dibuat untuk ASIC. Namun, karena itu terjadi dalam masa jabatan saya sebagai CEO, saya yakin bahwa mengundurkan diri sebagai CEO merupakan langkah yang tepat untuk memulihkan kepercayaan publik dan pihak berwenang pada AMP," paparnya.
Mike Wilkins, direktur non-eksekutif AMP dan mantan CEO perusahaan asuransi IAG, telah ditunjuk sebagai CEO sementara.
Meller merupakan eksekutif senior pertama yang kehilangan pekerjaannya sebagai akibat dari penyelidikan komisi khusus perbankan.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi