SMP sudah Taklukkan Mahasiswa di Ajang Lomba Pidato
Jumat, 14 Januari 2011 – 06:34 WIB

Ibunda Denny Indrayana, Hj Titien Sumarni
Pulang ke Banjarbaru hanya sebentar, kata Titien, padahal keluarga ingin berlama-lama melepaskan rasa rindu karena sudah lama tidak bertemu. Ibunda Deny Titien dan ayahnya Acep Hidayat mengakui, kehebatan anak pertamanya ini.Waktu S2 di kantor sebagai Dosen, Titien pernah melihat dan mendengar, kemampaun hafalan Deny terhadap undang-undang.”Temannya mengatakan ini no sekian, tapi Deny berkata, bukannya itu undang-undang no sekian sekian, ketika diuji kebenaran, ternyata Deny lah yang benar,” kenangnya.
Tak berapa lama, Deny melanjutkan S3 nya di Australia dan September tadi sudah berhasil meraih pendidikan terakhir yakni Profesor termuda di umur 38.”Deny memang mempunyai kemauan keras dalam dunia pendidikan,” ungkap Titien.
Waktu sekolah Deny memang sudah berprestasi, juara satu dua SD, SMP, SMA selalu didapatnya. Selain menyukai baca buku, Deny juga senang berpuisi, ia sering mewakili sekolah untuk ikut lomba puisi.”Anak itu juga sering juara,” ucapnya dengan bangga.
Deny dikatakan Titien memang keras dalam pembelajaran, Deny punya satu kelemahan sewaktu dia kecil yakni menghamburkan buku-buku bacaanya.”Dia menangis kalau sampai buku-buku bacaanya dihamburkan adek-adeknya,” kenang Ibunda Deny yang mulai memunculkan air mata.
Denny Indrayana saat ini sangat terkenal. Staf Khusus Presiden Bidang Hukum dan Sekretaris satgas mafia hukum yang dalam penampilannya sering mengenakan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara