Soal Dugaan Ibas Korupsi, Wasekjen PD Lebih Percaya KPK

jpnn.com - JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas beberapa kali disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat sejumlah kader partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Banyak pihak yang melayangkan protes karena putra bungsu SBY itu tak kunjung diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meski dalam sejumlah persidangan namanya disebut turut serta menikmati uang dari kasus korupsi.
Namun, Wasekjen PD Ramadhan Pohan menyatakan, partainya tak pernah ikut campur dalam proses hukum yang dilakukan KPK. Karenanya, PD pun menyerahkan dugaan soal Ibas ikut menikmati uang korupsi itu ke KPK.
"Mas Ibas kan sudah lakukan klarifikasinya. Kalau memang ada bukti, biarkan KPK yang bertindak. Kita serahkan semuanya pada KPK," ujar Ramadhan di Jakarta Pusat, Selasa, (14/1).
Ramadhan justru mempersilakan KPK untuk memeriksa Ibas jika memang ada bukti bahwa suami Aliyah Rajasa itu terlibat korupsi. Namun, lanjut Ramadhan, selama ini pihak-pihak yang melontarkan tudingan bahwa Ibas terlibat korupsi tak punya bukti.
"Kalau dituliskan ada tulisan orang, apakah itu sebagai barang bukti? Kalau saya bilang ya enggak. Kita bisa menuliskan nama siapa saja dalam notes. Johan Budi (Juru Bicara KPK, red) sudah katakan juga bahwa tidak ada di republik ini yang tidak bisa diperiksa (KPK) karena ada faktor politik. Jadi masalah penegakan hukum itu diserahkan kepada KPK," tandas Ramadhan.(flo/jpnn)
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas beberapa kali disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Bukan Hanya Guru Honorer yang Tunjangannya Naik 100%, Alhamdulillah
- Pegadaian Turut Wujudkan Keberlanjutan Energi & Air Bersih di Batam
- BPS Ungkap Penyebab Turunnya Angka Penumpang Angkutan Udara di Kepri
- Koalisi Sipil Yakin Kepemimpinan Baru di Pertamina Bisa Perbaiki Tata Kelola Perusahaan
- Pendakian Puncak Cartensz Dihentikan Sementara Setelah 2 Pendaki Dinyatakan Tewas
- Imbas Banjir, 1.229 Warga Jakarta Mengungsi, Ada di Ruko Pinggir Jalan