Soal Ibas Tak Cekatan, KPK Dituding Banyak Pesanan
Sabtu, 16 Maret 2013 – 17:45 WIB

Soal Ibas Tak Cekatan, KPK Dituding Banyak Pesanan
JAKARTA - Koordinator Bidang Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menindaklanjuti pengakuan mantan anak buah Nazaruddin di Permai Grup, Yulianis, terkait aliran uang untuk Sekjen Partai Demokrat (PD), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Sebab, Yulianis mengaku mencatat pengeluaran uang USD 200 ribu dari perusahaan milik Nazaruddin itu untuk Ibas. Uchok menegaskan, KPK tidak boleh takut untuk memeriksa Ibas. Apabila tidak segera memanggil putra bungsu Presiden SBY itu, kata Uchok, maka KPK bisa dicap tebang pilih.
Seperti diungkapkan Yulianis, uang untuk Ibas terkait dengan Kongres Partai Demokrat di Bandung, Mei 2010 silam, atau saat putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sudah menyandang status anggota DPR RI. Karenanya Uchok mendesak KPK tidak mendiamkan saja keterangan Yulianis itu.
"Kita menunggu KPK supaya ini cepat diproses. Karena ini pertama ada data yang mengalir yang sudah dimiliki KPK. Yang harus ditelusuri KPK, uang ini melalui siapa yang sampai ke Ibas sehingga Yulianis bisa bicara seperti itu," kata Uchok di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).
Baca Juga:
JAKARTA - Koordinator Bidang Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi
BERITA TERKAIT
- Bertemu Wiranto, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa
- Sekjen Siti Fauziah Sebut Penyampaian LKIP untuk Tingkatkan Kinerja Setjen MPR
- Langkah Tegas Prabowo Menyelamatkan BUMN Bukan Omong Kosong
- Dua Petani di Sukabumi Tersambar Petir, Begini Kondisinya
- Lokataru Sebut Putusan MK Menunjukkan Mendes Yandri Lakukan Intervensi Politik
- Dukung Larangan SOTR di Jakarta Utara, Sahroni: 90 Persen Berakhir Tawuran