Soal Iklan Susu Kental Manis, KPI Akan Gandeng BPOM

Bila merujuk iklan dan anjuran minum susu kental manis tersebut, satu gelas susu kental manis mengandung dua sendok makan gula.
Bila dianjurkan minum dua gelas per hari, maka dari susu saja tubuh sudah menerima asupan gula maksimal. Sementara dari makanan lain yang masuk ke tubuh pun mengandung gula.
Eni menjelaskan, konsumsi gula, garam dan lemak dalam jumlah tinggi menempatkan anak pada risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi dan obesitas hingga jantung, stroke, dan lain-lain.
Indonesia sendiri saat ini memiliki angka kematian akibat penyakit tidak menular yang cukup tinggi.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi diabetes di Indonesia cenderung meningkat, yaitu dari 5,7 persen pada 2007 menjadi 6,9 persen di 2013.
Diabetes juga tercatat sebagai pembunuh nomor tiga di Indonesia.
Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Dewi Setyarini dalam kesempatan yang sama membeberkan banyaknya pengaduan masyarakat mengenai iklan susu kental manis yang diterima oleh pihaknya.
Iklan susu kental manis dianggap mengandung informasi yang tidak tepat dan justru berisiko bagi kesehatan jika produk tersebut dikonsumsi sesuai anjuran iklan.
Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan institusi pemerintah menandatangani komitmen Melindungi Anak Indonesia dari Pangan yang Tidak Sehat
- Komitmen BPOM Soal Pengawasan Produk Kosmetik yang Beredar di Masyarakat
- BPOM Bantah Isu di Medsos soal Produk Ratansha Gunakan Merkuri
- BPOM Temukan Boraks dalam Kerupuk Gendar saat Inspeksi Takjil di Semarang
- Pakar Sebut Informasi Air Galon Sebabkan Kemandulan Pembodohan Publik
- KKI Temukan 40% Galon Guna Ulang Sudah Berusia di Atas 2 Tahun, Ini Bahayanya
- KKI: 75% Distribusi Galon Guna Ulang Tidak Penuhi Standar Keamanan