Soal Kasus Dugaan Suap Pamen Polri, KPK: Kami Panggil Dulu, Jangan Langsung DPO

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memanggil terduga penyuap perwira menengah (pamen) Polri AKBP Bambang Kayun dalam waktu dekat.
KPK mensinyalir pihak itu berada di luar negeri, tetapi surat panggilan tetap akan dilayangkan.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyatakan pihaknya sampai saat ini belum mau memasukkan nama terduga penyuap itu ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan KPK.
“Kami panggil dulu secara layak, jangan langsung DPO,” kata dia di kawasan GBK, Jakarta, Minggu (11/12).
Pria yang akrab disapa Alex itu menerangkan pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Bareskrim mengenai penanganan kasus ini.
“Ini sudah dilakukan penyidikan oleh KPK. Kalau ada surat perintah penyidikan yang sama menyangkut yang bersangkutan, Bareskrim kemudian menyerahkan ke KPK, penanganannya begitu, baik penerima maupun pemberi suap,” ungkap Alex.
Pria berlatar belakang jaksa itu juga menerangkan kasus Bambang Kayun yang tengah ditangani KPK bukan hasil limpahan dari Mabes Polri.
Dia hanya mengetahui bahwa kepolisian mengusut soal perkara pidana umum, bukan persoalan korupsinya.
KPK terus berkoordinasi dengan Bareskrim mengenai penanganan kasus dugaan suap AKBP Bambang Kayun.
- KPK Sinyalir Uang Jutaan Dolar dari Izin Tambang era Rita Mengalir ke Japto dan Ahmad Ali
- KPK Sinyalir Satori dan Heri Gunawan Selewengkan Dana CSR BI Lewat Yayasan
- KPK Telusuri Aset Wali Kota Semarang Hevearita, Potensi Penyitaan Menguat
- Mbak Ita & Suami Ditahan KPK, Balai Kota Semarang Sambut Pimpinan Baru
- KPK Dalami Korupsi Shelter Tsunami NTB, Waskita Karya Berpotensi Jadi Tersangka Korporasi
- Seusai Mengakhiri Jabatan Wali Kota Semarang, Mbak Ita dan Suami Langsung Ditahan KPK