Soal Kasus Gagal Ginjal Akut, Irma Suryani DPR Desak Kemenkes & BPOM Lakukan Ini

"Setahu saya sampai hari ini, baik Kemenkes maupun BPOM belum menemukan secara pasti apa penyebab dari masalah yang menimbulkan gagal ginjal akut ini,” ungkap Irma.
Dia menyampaikan sejumlah catatan pada Kemenkes dan BPOM terkait permasalahan tersebut.
Pertama, perusahaan obat sirop yang diduga menyalahi ambang batas penggunaan EG.
Selanjutnya, perusahaan yang memproduksi obat sirop dengan EG itu melakukan subtitusi.
“Ini harus saya sampaikan kepada Kemenkes dan BPOM. Apakah ada dari perusahaan-perusahaan tersebut, misalnya, sedang pandemi kemarin kemudian melakukan substitusi etilen glikol,” tandas legislator dari Dapil Sumatera Selatan II itu.
Irma mengaku mendapatkan informasi terkait harga EG.
Negara produsen EG termurah ialah India dengan harga 100 Rupee/25 liter atau sekitar Rp 1,8 juta.
Sementara di Indonesia, PT Indonesia Harvest Chemical menjual dengan harga Rp 3,6 juta.
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani menilai komunikasi Kemenkes dan BPOM cenderung membingungkan masyarakat terkait kasus gagal ginjal akut
- Entrostop Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Emergency Diare Kit Gratis di Lebaran 2025
- Komitmen BPOM Soal Pengawasan Produk Kosmetik yang Beredar di Masyarakat
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- BPOM Bantah Isu di Medsos soal Produk Ratansha Gunakan Merkuri
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis