Soal Kasus Penistaan Agama, Kapitra: Polisi Jangan Tebang Pilih

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera meminta polisi tidak tebang pilih dalam menangani kasus penistaan agama.
Kapitra menyampaikan hal itu setelah Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Siber) Bareskrim Polri menetapkan Muhammad Kece dan Ustaz Yahya Waloni sebagai tersangka kasus tindak pidana ujaran kebencian dan penistaan agama.
Setelah Muhammad Kece, polisi menangkap Ustaz Yahya Waloni, Kamis (26/8) kemarin.
Kapitra mengatakan bahwa kasus penistaan agama bisa menimbulkan perpecahan antarumat beragama.
Oleh sebab itu, polisi harus tegas dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus tersebut.
"Semua agama itu dilindungi oleh konstitusi oleh UUD. Jangan tebang pilih. (Soal) mayoritas, minoritas itu harus hilang di kepala masyarakat, karena ada gap (jarak) di situ, ini enggak boleh," kata Kapitra kepada JPNN.com, Jumat (27/8).
Eks pengacara Habib Rizieq Shihab itu menilai ada yang tidak benar dalam penanganan kasus penistaan agama tersebut.
"Setelah Kece ditangkap ini seolah-olah ada permainan satu-satu, enggak boleh begitu. Ini penegakan hukumnya bias dan interpretatif. Kalau mau tangkap ya tangkap Yahya Waloni ini lebih dini, katanya sudah ada laporan tahun 2019 proses dong, kenapa (baru) sekarang?," ujar Kapitra.
Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera meminta polisi tidak tebang pilih dalam menangani kasus penistaan agama, simak selengkapnya.
- Geger Pengakuan Eks Tahanan soal Pungli di Rutan Polda Jateng, Bayar Kamar Rp 1 Juta
- Polisi Sita Sejumlah Obat Bius dari TKP Pemerkosaan Dokter Residen RSHS Bandung
- Polisi Anggota Polres Tangsel Meraba-raba Istri Orang, Viral
- Kurir Pengirim Paket Kepala Babi ke Kantor Tempo Diperiksa Polisi, Begini Hasilnya
- Anggota Polres Dumai Bripka S Tewas di THM, Polisi Pastikan Bukan Karena OD
- 2 Pembegal Polisi di Bekasi Ini Ditangkap