Soal Kebijakan DMO dan DPO CPO, Astra Agro: Kami Pasti Dukung

jpnn.com, JAKARTA - Chief Executive Officer PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Santosa mengatakan pihaknya mendukung dan mematuhi kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) minyak sawit mentah (CPO).
Dalam kebijakan DMO, Kementerian Perdagangan mewajibkan produsen CPO dan olein untuk mendistribusikan 20 persen produksinya ke pabrik minyak goreng lokal dengan harga Rp 9.300 per kilogram untuk CPO dan Rp 10.300 per kilogram untuk olein.
Harga tersebut ditetapkan agar produsen bisa menjual minyak goreng yang terjangkau oleh mayoritas konsumen.
"Kalau DMO dan DPO, suka atau tidak suka, apapun yang sudah diputuskan oleh pemerintah, kami pasti dukung,” kata Santosa dalam Talk to The CEO, Selasa (15/2).
Di sisi lain, Santosa menjelaskan kewajiban DMO sebesar 20 persen ini berarti eksportir yang ingin mengekspor 10 ribu ton. Maka alokasi kepada domestik sebesar 2.000 ton untuk kebutuhan minyak goreng.
Santosa berharap kebijakan DMO tidak hanya sekadar dijual tetapi tapi juga didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan minyak goreng sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.
Santosa menyebut kebijakan DMO masih perlu adjustment sehingga secara teknis tidak bisa secepat itu.
"Memang di awal tidak mudah. Tetapi dalam satu dua minggu mendatang akan terlihat hasilnya,” jelas Santosa.
Chief Executive Officer PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Santosa mengatakan pihaknya mendukung dan mematuhi kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) minyak sawit mentah (CPO).
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Momen Lebaran, Gubernur Harum Beri 3 THR Spesial Untuk Rakyat Kaltim
- Kaya Susah
- Media Asing Sorot Danantara, Dinilai Serius soal Profesionalitas
- Kemudahan Akses Pendanaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Sedang Dibahas Pemerintah