Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global

Berikutnya, ujar dia, Indonesia bisa membuat kebijakan yang memastikan penempatan 100 persen devisa hasil ekspor di dalam negeri berjalan dan dipatuhi oleh pelaku perdagangan.
"Hal ini sebagai jalan memperkuat kebutuhan devisa," lanjut Said.
Dia mengusulkan Indonesia membuat kebijakan memperkuat hedging fund untuk pembayaran impor oleh para importir.
Kemudian, lanjut Said, pemerintah perlu memperluas dan memperdalam skema billatral currency swap oleh para mitra dagang strategis.
"Ini untuk mengurangi kebutuhan pembayaran valas yang bertumpu pada dolar Amerika Serikat," katanya.
Indonesia, kata dia, perlu juga menyiapkan seperangkat kebijakan kontracyclical pada sisi fiskal untuk membantu dunia usaha menghadapi ketidakpastian global.
Selanjutnya, ungkap Said, pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur dan kebijakan di pasar saham juga keuangan untuk mendorong dua sektor itu lebih inklusif serta tetap menjanjikan bagi investor internasional.
"Membangun komunikasi publik yang terpercaya, dialogis dan komunikatif sebagai sumber informasi yang akurat yang dapat di rujuk oleh para pelaku usaha," katanya. (ast/jpnn)
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai Indonesia perlu mengambil inisiatif di WTO demi menyehatkan perdagangan global.
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor