Soal Kerumunan di Maumere, Chandra Menyoroti Suvenir di Mobil Jokowi

Chandra lantas berpendapat bahwa hancurnya sebuah negara bukan karena ada demonstrasi atau bukan karena kritik ataupun lantaran ada oposisi.
"Melainkan hukum tidak diperlukan sama kepada seluruh warga negara Indonesia termasuk Presiden. Semestinya berdasarkan asas hukum equality before the law (kesamaan dihadapan hukum). Saya jadi teringat dengan perkara Habib Rizieq Shihab," pungkas Chandra.
Sebelumnya Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin membenarkan video viral kegiatan Presiden Jokowi itu.
"Benar itu video di Maumere. Setibanya di Maumere, presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete," kata Bey.
Baca Juga: Dramatis, Penangkapan HE Sempat Jadi Tontonan Warga
Bey menerangkan, Jokowi dan rombongan sudah ditunggu masyarakat di pinggir jalan.
Saat rombongan melambat, masyarakat maju ke tengah jalan sehingga membuat iring-iringan berhenti.
Mengenai aksi presiden yang menunjukkan dirinya, menurut Bey, hanya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Kerumunan saat kunjungan Presiden Jokowi di Maumere juga mengingatkan Chandra pada kasus Habib Rizieq Shihab.
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- 5 Berita Terpopuler: TPG Guru Honorer Maret Rp 6 Juta, yang Sudah Calon PPPK Bagaimana? Coba Tanya Presiden
- Berfoto Bersama Prabowo, Jokowi, dan SBY, Puan: Silaturahmi Presiden dengan Ketua Lembaga
- Prabowo Bersyukur atas Pengabdian Semua Presiden
- Kritik Pelaksanaan Retret, Akademisi: Kepala Daerah Jadi Perpanjangan Tangan Presiden
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia