Soal Pemilukada Kobar, Kemendagri Bantah Terima Suap
Minggu, 11 September 2011 – 17:05 WIB

Soal Pemilukada Kobar, Kemendagri Bantah Terima Suap
JAKARTA - Polemik Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Waringin Barat hingga kini penyelesaiannya masih menunggu kepres (Keputusan Presiden). Bahkan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) kini disebut telah menerima suap dari Ujang Iskandar. Hal itu diungkapkan oleh bekas saksi dari pasangan Ujang-Bambang. Saksi bernama Kusniyadi ini menggelar jumpa pers didampingi Ketua Gerakan Pemuda Dayak Kalteng Yansen Binti dan Ketua Dusmala Martin Ludjen pada Rabu (7/9) di Hotel Hotel Barito Shinta, Palangka Raya.
“Saya pernah diminta tolong oleh Fahmi (bekas saksi Ujang), saat bulan puasa 2010 diminta mencari uang Rp1,3 miliar untuk dikirim ke Mendagri, karena Ujang hanya punya Rp1,7 miliar. Saya bilang tidak ada. Namun, besoknya Fahmi bilang ke saya, sudah klop untuk Mendagri. Sedangkan untuk saksi yang 68 orang tersebut, hanya mendapatkan sedikit, yakni sekitar Rp1 jutaan saja,” tukasnya dalam jumpa pers.
Namun pernyataan dari saksi Ujang tersebut dibantah oleh Kapuspen Kemendagri Raydonnyzar Moenek. Di tempat terpisah, pria yang akrab Donny ini mengatakan bahwa SK yang diterbitkan Kemendagri bukan merupakan tindak keterpihakan kepada pasangan Ujang - Bambang namun hal itu adalah kelanjutan dari keputusan MK.
"Keputusan MK adalah final dan mengikat, Kemendagri hanya menindak lanjuti saja SK dari MK. Sebagai lembaga yang menjadi panutan dan bermartabat, Kemendagri tidak mungkin menerima suap. Itu hanya kabar miring saja yang tidak bisa dipertanggung jawabkan," terang Donny di ruang kerjanya Jum'at (9/9).
JAKARTA - Polemik Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Waringin Barat hingga kini penyelesaiannya masih menunggu kepres (Keputusan Presiden). Bahkan
BERITA TERKAIT
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini