Soal Sampang, Pimpinan MPR Khawatirkan Tindakan Balasan
Senin, 27 Agustus 2012 – 18:31 WIB

Soal Sampang, Pimpinan MPR Khawatirkan Tindakan Balasan
JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengecam tindak kekerasan oleh kelompk warga terhadap kaum Syiah di Desa Nangkrenang, Kecamatan Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur, Minggu (26/8). Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Y Thohari, menilai aksi kekerasan tersebut tidak bisa ditolelir. "Setelah yang disasar kelompok minoritas Ahmadiyah, kemudian melebar ke jamaah MTA (Majelis Tafsir Al-Quran) di Jawa Tengah, terus berlanjut ke kelompok Syiah. Jangan-jangan nanti akan berlanjut kepada kelompok berikutnya lagi yang minoritas di suatu daerah. Ini sungguh tidak lagi bisa ditoleransi," tegas Hajriyanto Y Tohari.
"MPR mengecam keras aksi semacam ini dan tidak boleh ditolerir, karenanya harus diproses secara hukum," kata Hajriyanto di gedung parlemen, Senayan Jakarta, Senin (27/8).
Menurutnya, penyerangan terhadap kelompok minoritas yang terus-menerus, berulang berkepanjangan dengan sasaran yang silih-berganti sungguh berbahaya. Karenanya Hajri -sapaan Hajriyanto- khawatir aksi kekerasan terhadap kelompok minoritas akan terus terjadi.
Baca Juga:
JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengecam tindak kekerasan oleh kelompk warga terhadap kaum Syiah di Desa Nangkrenang, Kecamatan Omben,
BERITA TERKAIT
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Prabowo dan Pemimpin ASEAN Atur Strategi
- Peluang Pertemuan Mega-Prabowo Masih 50:50, Ray Rangkuti Singgung Hasrat Puan dan Dasco
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor