Solar Langka, Sopir Truk Menganggur

Koordinator Forbes LSM Kotim Audy Valent membenarkan hal tersebut. Dia sudah mencari tahu kondisi kelangkaan BBM bersubsidi yang dialami para supir truk.
”Hampir seluruh SPBU di Kotim tidak normal dalam melakukan pelayanan, khususnya BBM bersubsidi jenis solar dan premium (bensin) untuk warga. Dari informasi yang saya dapatkan kejadian ini sudah berlangsung lama, pelayanan solar paling lama tiga hari dalam satu minggu, bahkan ada yang melayani solar hanya satu hari dalam satu minggu, selebihnya semua menjual BBM non-subsidi,” jelas Audy.
Dibeberkannya, pelayanan untuk BBM bersubsidi tidak lancar sehingga terjadi antrean panjang. Pengawas atau petugas berwenang harus ikut mencari penyebab masalah tersebut.
”Pertamina perlu menjelaskan hal tersebut ke publik, agar informasi tidak simpang siur. Dan kami selalu mengawasi pelayanan di SPBU khususnya penggunaan BBM bersubsidi, memang saat ini terjadi pelayanan tidak normal,” ujarnya. (mir/yit)
Sejumlah sopir truk di Kota Sampit, Kotim, Kaltim, menjadi pengangguran lantaran terjadi kelangkaan solar.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- BKSDA Resort Sampit Amankan Buaya Muara yang Berkeliaran di Sungai Mentawa
- Buaya Muara 2,5 Meter di Pulau Hanaut Dievakuasi BKSDA Sampit
- Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah Atas Pembayaran Dana Kompensasi BBM Triwulan II 2024
- BKSDA Amankan Lutung yang Tersengat Listrik di Sampit
- Ribuan Warga Kotawaringin Timur Meriahkan Pawai Taaruf Sambut Tahun Baru Islam
- Ambulans Disuruh Matikan Sirene & Minggir Demi Rombongan Jokowi, Yusuf Minta Maaf