Solidaritas Warga Sri Lanka Tetap Terlihat Saat Terjadi Serangan Teror


Kakak perempuan Sorjiney sebelumnya memberitahu akan pergi kebaktian Paskah siang hari. Namun entah mengapa, katanya, dia mengubah rencana itu dan pergi kebaktian Pukul 8.30 pagi.
"Saya sudah mencari saudaraku dari pagi sampai tengah malam," kata Sorjiney kepada ABC.
"Saya akan terus mencarinya. Entah apa yang terjadi dengannya, saya merindukan dia," ujarnya.
Seluruh gereja di Sri Lanka langsung ditutup pada Minggu malam usai kejadian. Petugas pun memperketat penjagaan.
Tentara dan polisi bersenjata lengkap tampak menjaga gereja Santo Antonius, dibantu personil Angkatan Laut yang markasnya tidak jauh dari sana.
Kota Kolombo memberlakukan jam malam yang mengakibatkan jalan-jalan kota ini sepi.
Sejauh ini pihak berwenang Sri Lanka telah menangkap 24 tersangka, dan menyebut para pelaku pembom merupakan warga Sri Lanka dari kelompok militan bernama National Tawheed Jamaat.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi