Sopir Angkot di Bawah Umur Resahkan Warga
Kamis, 03 Desember 2009 – 10:46 WIB
Sopir Angkot di Bawah Umur Resahkan Warga
LABUHA- Banyaknya anak putus sekolah yang memilih bekerja menjadi sopir angkotan kota (angkot) di Kota Babang, Maluku benar-benar meresahkan. Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir ini banyak sekali kecelakaan yang terjadi karena para sopir tidak memperhatikan keselamatan penumpang. Hal yang sama juga disampaikan Iswan warga Babang. Menurutnya hal ini harus diperhatikan aparat keamanan, dengan melarang mereka agar kasus seperti ini dihindari. ”Memang ketentuan undang-undang melarang anak yang masih di bawah 17 tahun mengendarai kendaraan, apalagi membawa angkutan umum yang mengangkut nyawa banyak orang,” jelasnya.
Pada Selasa (1/12) lalu, sebuah angkot yang dikemudikan Fahrul, seorang anak yang umurnya masih di bawah 15 tahun mengalami kecelakaan. Duduga karena masih labil dan sering ugal-ugalan di jalanan menjadi penyebab utama seringnya terjadi kecelakaan tersebut.
Baca Juga:
"Sopir anak- anak yang sering membawa mobil angkot jurrusan Babang-Labuha itu cukup banyak. Kasus ini menjadi pengalaman, agar turut diperhatikan aparat kepolisian," jelas Abdullah warga Babang di TKP menyaksikan peristiwa naas itu.
Baca Juga:
LABUHA- Banyaknya anak putus sekolah yang memilih bekerja menjadi sopir angkotan kota (angkot) di Kota Babang, Maluku benar-benar meresahkan. Apalagi,
BERITA TERKAIT
- Potongan 20%, Tol Semarang-Jakarta Butuh Saldo Minimal Rp 360 Ribu
- Bang Jago Bergolok yang Memaksa Minta THR Akhirnya Ditangkap
- Arus Balik di Jalur Riau-Sumbar Mengalami Peningkatan, Ini Lokasi Rawan Macet
- Wisatawan Asal Jakarta Digulung Ombak Pantai Parangtritis
- Cek Pelabuhan TAA, Kapolres Banyuasin Sampaikan Pesan Penting Ini
- Antisipasi Macet, Tol Jagorawi Arah Puncak Bogor Diberlakukan Contraflow